I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Air adalah unsur yang tidak
dapat
dipisahkan dari kehidupan
manusia, yaitu demi peradaban
manusia, bahkan dapat
dipastikan
tanpa pengembangan
sumber daya air secara konsisten, peradaban manusia tidak akan
mencapai tingkat
yang dinikmati
sampai saat ini, dinikmati yang
dimaksud adalah penggunaan air dalam memenuhi kebutuhan sekunder seperti hiburan atau wisata.
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang
atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi,
pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang
dikunjungi dalam jangka waktu sementara (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
10.Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan).
Menurut
Supriatna (2008), wisata yang saat ini yang sedang
populer di dunia adalah wisata alam (nature
tourism). Wisata alam adalah perjalanan ke suatu tempat yang masih asli
untuk menikmati keindahan bentang termasuk di dalamnya hiking, sailing, dan camping. Wisata alam pada dasarnya menyuguhkan keindahan
panorama alam, wisata alam itu terdiri dari beberapa bagian di antaranya adalah
wisata pegunungan, wisata danau (telaga), wisata air panas, wisata goa, wisata
air terjun, atau wisata peninggalan sejarah seperti candi (Soetopo, 2011). Salah
satu wisata alam adalah wisata danau (telaga) yang merupakan perjalanan yang
dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi danau (telaga)
tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan
daya tarik wisata danau yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
Keputusan
pemilihan destinasi wisata bagi wisatawan domestik nusantara dipengaruhi
beberapa faktor. Kondisi higenitas lingkungan menempati posisi
ke 6 dari 24 faktor urgensi sebelum mengambil keputusan pemilihan dan
pengembangan destinasi wisata. Higenitas lingkungan
termasuk didalamnya adalah kualitas air sebagai salah satu objek wisata
(Yusendra, 2015). Kualitas air merupakan
sifat air dan kandungan mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain di dalam
air. Kulitas air dinyatakan dengan beberapa parameter yaitu parameter fisika,
kimia dan biologi (Effendi, 2003).
Pencemaran air mengakibatkan
kualitas air menjadi menurun. Penurunan
kualitas air akan menurunkan dayaguna, hasil guna, produktifitas, daya dukung
dan daya tampung dari sumber daya air yang pada akhirnya akan menurunkan
kekayaan sumber daya alam. Pemeliharaan kualitas air agar tetap pada kondisi
alamianya, perlu dilakukan, pemantauan, pengelolaan, dan
pengendalian pencemaran air secara bijaksana. Pemantauan kualitas air perlu
dilakukan karena telah banyak danau di Indonesia yang telah mengalami degradasi
atau penurunan kualitas akibat intrusi limbah dari kegiatan industri,
pertanian dan juga kegiatan rumah tangga (Syamiazi, dkk, 2015).
Pengelolaan dan pengecekan
kualitas air perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas air. Kualitas
air menjadi bagian penting dalam pengembangan sumberdaya air yang mencakup
keadaan fisik, kimia dan biologi yang dapat
mempengaruhi ketersediaan air untuk kehidupan manusia seperti rekreasi atau wisata, sehingga analisis
kualitas air sangat penting dilakukan untuk
menjaga kualitas suatu perairan, khususnya dalam perairan yang digunakan sebagai destinasi wisata.
Salah satu wisata yang akan
dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara adalah telaga biru sesuai Peraturan
Daerah Kabupaten Konawe Utara Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk
Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Konawe Utara Tahun 2016-2026. Telaga biru merupakan salah satu destinasi wisata alam
yang banyak diminati oleh masyarakat sekitar maupun masyarakat luar daerah,
dengan ciri khasnya yang memilki warna air yang biru dengan nuansa yang sangat
indah dan nyaman karena letak telaga
biru tersebut berada di dekat persawahan masyarakat, untuk memepertahankan
keunikan telaga biru tersebut perlu adanya tindakan konservasi agar dapat
berkelanjutan dan menguntungkan bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut melatar
belakangi peneliti untuk melakukan penelitian tentang status mutu
air Telaga Biru Desa Puuhialu Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara untuk
pengembangan ekowisata.
SILAHKAN DOWNLOAD FILENYA DISINI
No comments:
Post a Comment