Thursday, September 20, 2018

JURNAL UJI KUALITAS MADU LEBAH HUTAN




UJI KUALITAS MADU LEBAH HUTAN (Apis dorsata) YANG DIPASARKAN
DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN KOLAKA TIMUR

Abdul Musafir¹, Rosmarlinasiah, Abigael Kabe.³
1) Mahasiswa Peneliti, 2) Pembimbing Utama, 3) Pembimbing Pendamping
Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan,
Universitas Halu Oleo
Jl. Mayjen S. Parman, Kampus Kemaraya Kendari
Email: Abdulmusafir@yahoo.com

ABSTRACT
This study aims to determine the quality (moisture content, sucrose content, hydroxymethylfulfural content) and characteristics (color, smelt, taste) of honey bee Apis dorsata marketed in Muna District and East Kolaka District. This study was carried out to test the parameters of quality of moisture content of honey, sucrose content, hydroxymethylfulfural content (HMF) content and honey characteristics (color, smelt, taste) based on SNI-01-3545-2013 standard. The results showed that the quality of honey, moisture content of honey from Muna District is 13,79%, sucrose content 4,41% and 19,89% HMF content, while from East Kolaka District has honey with 8,24% moisture, 4,55% sucrose content and 14,91% HMF content. The characteristic of honey there are variation in colour from brownish yellow to black with smelt and a taste of typical honey (normal). Based on quality and characteristic of honey bee (Apis dorsata) from Muna and east Kolaka according to SNI-01-3545-2013 about the quality requirements of honey.
Key words: Apis dorsata, honey, characteristics of honey, quality of honey


PENDAHULUAN
Kerusakan hutan dianggap sebagai hasil dari pengelolaan hutan yang kurang baik dan terus menerus serta kondisi masyarakat yang kurang mendukung usaha-usaha pelestarian hutan, kini semakin luas dan mulai menimbulkan terjadinya banjir dimusim hujan serta kekeringan dimusim kemarau. Oleh sebab itu pengalihan energi manusia dari merusak hutan berupa kegiatan pengelolaan hasil hutan kayu maupun perambahan menjadi lahan pertanian ke pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) akan mereduksi tekanan dan hambatan pada pemulihan hutan. Keberhasilan upaya tersebut merupakan salah satu pilar konservasi hutan, karena tidak hanya mempertahankan pohon-pohon sebagai penghasil kayu tetapi juga biodiversitas nabati dan hewani akan terjamin kelestariannya.
Salah satu produk hasil hutan bukan kayu yang menjadi prioritas pengembangan Kementerian Kehutanan dan menjadi komoditas unggulan adalah madu. Madu merupakan salah satu produk hasil hutan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat dan memiliki banyak manfaat, diantaranya.
Silahkan download filenya Disini

No comments:

Post a Comment

SKRIPSI PERAN WANITA TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

  I. PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Gerakan wanita atau lebih dikenal sebagai gerakan gender sebagai gerakan politik sebenarnya...