Monday, January 9, 2012

SOLUSI menuju INDONESIA yang lebih BERSIH

Kata legal selama ini selalu dikaitkan dengan kata mahal. Dan ini yang menjadi salah satu alasan mengapa pengguna komputer di Indonesia lebih tertarik menggunakan software ilegal (bajakan) yang harganya jauh lebih murah.

Parahnya, kebiasaan buruk menggunakan produk bajakan ini bukan hanya ada di kalangan pengguna rumahan saja, tetapi juga bisa ditemui di hampir semua kalangan pengguna komputer termasuk kalangan pengusaha, pendidikan, pemuka agama, pemerintahan dan dan bahkan sampai penegak hukum.

Memilukan ... ??? Ya ... dan sayangnya juga sekaligus memalukan.

Mengharapkan pengguna komputer untuk beralih dari software bajakan ke software legal tentunya tidak semudah membalikkan tangan jika tidak adanya ketegasan hukum dan harga software legal tidak terjangkau oleh rata-rata kantong pengguna komputer di Indonesia.

SOLUSI menuju INDONESIA yang lebih BERSIH

Paling tidak ada tiga solusi yang bisa dilakukan agar pengguna komputer di Indonesia bersedia untuk beralih dari software ilegal ke software legal, yaitu :
  1. Penyesuaian Harga : Adanya kesediaan dari vendor software untuk menyesuaikan harga dengan kantong pengguna komputer di Indonesia.
  2. Penegakan Hukum : Adanya ketegasan hukum dari aparat penegak hukum atas maraknya penggunaan software ilegal, termasuk ketegasan di lingkungan aparat sendiri.
  3. Penggunaan Open Source : Adanya kesadaran dari pengguna komputer untuk beralih ke software Open Source yang lebih sesuai dengan kantong Indonesia. GARUDA adalah salah satu contoh software Open Source kreasi lokal yang mudah dalam penggunaannya serta bisa diperoleh secara bebas (tapi tidak berarti 100% gratis).
Dengan adanya peran aktif dari vendor software, penegak hukum, dan pengguna komputer ... bukanlah suatu impian jika suatu saat nanti kita akan melihat INDONESIA yang jauh lebih BERSIH ... minimal di bidang IT.

No comments:

Post a Comment

SKRIPSI PERAN WANITA TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

  I. PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Gerakan wanita atau lebih dikenal sebagai gerakan gender sebagai gerakan politik sebenarnya...