Parahnya, kebiasaan buruk menggunakan produk bajakan ini bukan hanya ada di kalangan pengguna rumahan saja, tetapi juga bisa ditemui di hampir semua kalangan pengguna komputer termasuk kalangan pengusaha, pendidikan, pemuka agama, pemerintahan dan dan bahkan sampai penegak hukum.
Memilukan ... ??? Ya ... dan sayangnya juga sekaligus memalukan.
Mengharapkan pengguna komputer untuk beralih dari software bajakan ke software legal tentunya tidak semudah membalikkan tangan jika tidak adanya ketegasan hukum dan harga software legal tidak terjangkau oleh rata-rata kantong pengguna komputer di Indonesia.
SOLUSI menuju INDONESIA yang lebih BERSIH
Paling tidak ada tiga solusi yang bisa dilakukan agar pengguna komputer di Indonesia bersedia untuk beralih dari software ilegal ke software legal, yaitu :
Dengan adanya peran aktif dari vendor software, penegak hukum, dan pengguna komputer ... bukanlah suatu impian jika suatu saat nanti kita akan melihat INDONESIA yang jauh lebih BERSIH ... minimal di bidang IT.
- Penyesuaian Harga : Adanya kesediaan dari vendor software untuk menyesuaikan harga dengan kantong pengguna komputer di Indonesia.
- Penegakan Hukum : Adanya ketegasan hukum dari aparat penegak hukum atas maraknya penggunaan software ilegal, termasuk ketegasan di lingkungan aparat sendiri.
- Penggunaan Open Source : Adanya kesadaran dari pengguna komputer untuk beralih ke software Open Source yang lebih sesuai dengan kantong Indonesia. GARUDA adalah salah satu contoh software Open Source kreasi lokal yang mudah dalam penggunaannya serta bisa diperoleh secara bebas (tapi tidak berarti 100% gratis).

No comments:
Post a Comment