Sunday, January 1, 2012

pengenalan alat-alat pengamatan mikrobiologi



LAPORAN MIKROBIOLOGI KEHUTANAN
I.                   PENGENALAN ALAT-ALAT PENGAMATAN MIKROBIOLOGIS




OLEH:
JULIANA
D1B5 10 080










LABORATORIUM KEHUTANAN
JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2011





I.  PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
               Mikrobiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme. Rata-rata mikroorganisme merupakan mahluk hidup yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata atau mata telanjang. Oleh karena itu sangat diperlukan peralatan-peralatan laboratorium yang lengkap dalam melakukan suatu penelitian seperti mikroskop yang digunakan dalam melihat mikroorganisme yang sangat kecil ukurannya.
               Dalam penelitian tentang mikroorganisme, diperlukan media tumbuh yang tepat dalam membiakkan mikroorganisme tersebut. Mikroorganisme dapat berkembangbiak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut dengan media. Pembuatan media sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan nutrisi dan kondisi lingkungan media yang disukai oleh mikroorganisme itu sendiri
               Beberapa organisme dapat hidup dengan baik pada medium yang sangat sederhana diantaranya mengandung bahan anorganik ditambah dengan sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganisme lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium yang ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya. Akan tetapi yang terpenting, medium harus mengandung nutrient yang mudah larut dalam air (Volk dan Wheeler, 1993).




B.  Tujuan dan Manfaat
Tujuan praktikum ini yaitu:
1. Agar praktikan dapat mengenal beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam pengujian mikrobiologis.
2. Agar praktikan dapat mengetahui fungsi dan mengoprasikan peralatan yang dibutuhkan dalam pengujian mikrobiologis.
Manfaat praktikum ini yaitu :
1.  Praktikan mengetahui peralatan yang dibutuhkan dalam pengujian mikrobiologis.
2. Praktikan mengetahui fungsi dan mengoprasikan peralatan yang diutuhkan dalam pengujian mikrobiologis.














II.  TINJAUAN PUSTAKA
Mikrobiologi ialah ilmu pengetahuan tentang perikehidupan mahkluk-mahkluk kecil yang hanya kelihatan dengan mikroskop (bahasa Yunani: mikros = kecil,  = hidup, logos = kata atau ilmu). Mahkluk-mahkluk itu disebut mikroorganisme, mikroba, protista atau jasad renik. Mikrobiologi mencakup pengetahuan tentang virus (virologi), pengetahuan tentang bakteri (bakteriologi), pengetahuan tentang hewan bersel satu (protozoologi), pengethuan tentang jamur (mikologi), terutama yang meliputi jamur-jamur rendah seperti Phycomycetes, dan juga Ascomycetes, serta Deuteromycetes. Antoni van Leeuwenhoek (1632-1723) ialah orang yang pertama kali mengetahui adanya dunia mikroorganisme itu. Dengan mikroskop ciptaannya ia dapat meliahat mahkluk-mahkluk kecil yang sebelumnya tidal dapat diduga sama sekali keadaannya. Mikroskop buatan  Leeuwenhoe itu memberikan pembesaran sampai 300 kali. Dari air hujan yang menggenang di kumbang-kumbang dan air jambang bunga itu ia peroleh beraneka hewan bersel satu yang olehnya diberi nama Infusoria atau “hewan tuangan”  ( Dwidjoseputro, 1998 ).
Adapun alat-alat yang dipergunakan pada laboratorium mikrobiologi antara lain :
• Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC.
• Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC.
• Biological Safety Cabinet
Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan (Blacksweetranger,2008).
            Sejarah mikrobiologi dimulai dari penemuan mikroskop oleh Robert Hook pada tahun 1664. Melalui mikroskopnya yang terdiri atas dua lensa sederhana, Hooke mampu melihat ruang-ruang yang ia sebut dengan sel, yang mengarah pada munculnya teori sel yang menyatakan bahwa seluru mahkluk hidup tersusun atas sel-sel. Mikrobiologi dalam bidang kesehatan difokuskan pada penemuan substansi-substansi yang dapat menghancurkan mikroorganisme patogen tanpa menyebabkan hewan atau manusia terinfeksi ( Sylvia, 2008 ).
            Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang tersedia menungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali (Lay,1994).
            Dalam pengujian mutu suatu bahan pangan diperlukan berbagai uji yang mencangkup uji fisik, uji kimia, uji mikrobiologi, dan uji organoleptik. Uji mikrobiologis merupakan salah satu uji yang penting, karena selain dapat menduga daya tahan simpan satu makanan, juga dapa digunakan sebagai indikator sanitasi makana atau indikator keamanan makanan. Berbagai macam uji mikrobiologi dapat dilakukan terhadap bahan pangan, meliputi uji kuantitatif mikroba untuk menetukan mutu dan daya tahan suatu makanan (Srikandi, 1993 ).




















III.  METODOLOGI PRAKTIKUM
A.    Tempat dan Waktu
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Kendari. Pada hari Kamis 20 Oktober 2011 pukul 14.00 WITA sampai selesai.
B.  Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu buku gambar dan alat tulis menulis.
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu cawan petri, tabung reaksi, gelas obyek/cover, jarum ose, lampu bunsen, mikroskop cahaya, pipet, gelas kimia, gelas ukur,  erlenmeyer, sikat tabung, centrifuge, labu takar, hot plate, culture chamber, loupe, timbangan analitik, gegep, autoclave, Laminar Air Flow (LAF), oven, desikator, jangka sorong, dan saringan spora.
C.  Prosedur Pelaksanaan
Prosedur pelaksanaan ini yaitu :
-  Menggambar atau memfoto peralatan dan menjelaskan fungsi alat masing-masing.
-  Mendiskusikan bersama teman-teman tentang bagaimana cara menggunakannya.







IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.          Hasil
         Hasil pengamatan praktikum ini disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat-alat dalam pengamatan mikrobiologis beserta fungsinya.
No.
Alat
Fungsi
1.
Cawan petri
Menyimpan bahan yang akan di gunakan.
2.
Tabung reaksi
Mereaksikan bahan kimia.
No.
Alat
Fungsi
3.
Gelas obyek/cover
Menyimpan obyek yang akan diamati
4.
Jarum ose
Mengkulturkan mokroba
No.
Alat
Fungsi
5.
Lampu bunsen
Setrilisasi panas-kering.
6.
Mikroskop cahaya
Mengamati obyek yang tidak kasat mata.
No.
Alat
Fungsi
7.
Pipet
Mengambil bahan larutan.
8.
gelas kimia
Menyimpan bahan kimia.
No.
Alat
Fungsi
9.
Gelas ukur
Mengukur bahan sesuai dengan volume yang diperlukan.
10.
Erlenmeyer
Membuat larutan.
No.
Alat
Fungsi
11.
Sikat tabung
Membersikan tabung.
12.
Centrifuge
Memisahkan padatan larutan.
No.
Alat
Fungsi
13.
Labu takar
Mereaksikan bahan dan menyimpan bahan.
14.
Hot plate
Memanaskan bahan.
No.
Alat
Fungsi
15.
Culture Chambera
Mengkulturkan.
16.
Loupe
Mengamati obyek dengan perbesaran standar.
No.
Alat
Fungsi
17.
Timbangan analitik
Menimbang dan mengukur bahan yang akan digunakan dengan ukuran kecil.
18.
Gegep
Menjepit obyek pengamatan.
No.
Alat
Fungsi
19.
Autoclove
Setrilisasi panas-basa bertekanan.
20.
Laminar Air Flow (LAF)
Tempat melunturkan obyek.
No.
Alat
Fungsi
21.
Oven
Memanaskan bahan.
22.
Desikator
Menetralkan massa bahan.
No.
Alat
Fungsi
23.
Jangka sorong
Mengukur diameter luar dalam.
24.
Saringan spora
Ektraksi spora/tempat memisahkan spora.
B.  Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan melalui praktikum kami dapat mengetahui beberapa alat dan fungsi serta cara mengoprasikan alat-alat mikrobiologis. Adapun alat-alat pengamatan mikrobiologis yang telah diketahui adalah cawan petri berfungsi untuk menyimpan bahan yang akan digunakan, tabung reaksi berfungsi untuk mereaksikan bahan kimia, gelas obyek/cover berfungsi untuk menyimpan obyek yang akan di amati, jarum ose berfungsi mengkuturkan mikroba, lampu bunsen berfungsi sterlisasi panas kering, mikroskop cahaya berfungsi untuk melihat obyek yang tidak kasat mata, pipet berfungsi mangambil bahan larutan, gelas kimia berfungsi menyimpan bahan kimia, gelas ukur berfungsi mengukur bahan sesuai yang diperlukan, erlenmeyer berfungsi membuat larutan, sikat tabung berfungsi untun membersikan tabung, centrifuge berfungsi memisahkan padatan larutan, hot plate berfungsi memanaskan bahan, cilture chamber berfungsi mengkulturkan, loupe berfungsi mengamatai obyek dengan perbesaran standar, timbangan analitik berfungsi menimbang dan mengukur bahan dengan ukuran kecil, gegep berfungsi , autoclave berfungsi mensetrilisasikan panas basa bertekanan, Laminar Air flow (LAF) berfungsi sebagai tempat menunturkan obyek, oven berfungsi memanaskan bahan, desikator berfungsi menetralkan massa bahan, jangka sorong berfungsi mengukur diameter luar dan dalam, saringan spora berfungsi mengetrasikan spora/memisahkan spora.
Dari semua alat-alat pengamatan mikrobiologis yang telah kami gambar dan mengetahui fungsi serta cara mengoprasikannya, alat-alat pengamatan mikrobiologis ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu peralatan dari bahan gelas kaca, plastik, dan besi. Peralatan yang terbuat darai kaca tahan panas adalah paling banyak untuk pengamatan mikrobiologis dan digunakana dalam pembuatan media tumbuh dan penumbuhan mikroba, contoh peralatan yang terbuat dari kaca dan diguanakan dalam pengamatan mikrobiologi adalah  tabung reaksi,gelas kimia, gelas ukur, dan masih banyak lagi yang telah kami amati yang tebuat dari kaca. Peralatan yanag terbuat dari bahan plastik hanya pada macam alat tertentu seperti cawan petri. Sedangkan peralatan besi biasanya untuk kegiatan pemotongan, inokulasi, penumbuhan mikroba dan untuk pengamatan.










V.    KESIMPULAN DAN SARAN
A.       Kesimpulan
Dari hasil praktikum diperoleh Kesimpulan dari pengenalan alat-alat pengamatan mikrobiologis yaitu:
1.                  Peralatan yang dibutuhkan dalam pengujian mikrobilogos yaitu cawan petri, tabung reaksi, gelas obyek/cover, jarum ose, lampu bunsen, mikroskop cahaya, pipet, gelas kimia, gelas ukur, erlenmeyer, sikat tabung, centrifuge, labu takar, hot plate, culture chamber, loupe, timbangan analitik, gegep, autoclove, Laminar Air Flow (LAF), oven, desikator, jamgka sorong, dan saringan spora.
2.                Pada laboratorium mikrobiologi, alat-alat dapat dikelompokkan menjadi alat-alat sterilisasi misalnya oven, autoklave, lampu UV dsb, alat-alat pengukuran misalnya koloni counters, timbangan analitik, alat-alat aseptis misalnya  LAF, alat-alat untuk melihat mikroba mis: mikroskop cahaya, mikroskop kamera, alat-alat tambahan/media misalnya  cawan petri, ose lurus, jarum ose, objek glass, dsb.

B.                 Saran
Saran yang saya ajukan adalah agar dalam praktikum selanjutnya agar dalam memeraktekan cara penggunaan alat sebaiknya alat di cek dulu apakah masih dapat digunakan atau sudah rusak, agar dalam memeraktekan cara mengoprasikan atau menjalankan alat benar-benar maksimal sehingga praktikan tidak kebingungan dalam penggunaan alat nanti.

                                  DAFTAR PUSTAKA
Algrosia, 2008. Pengaruh Jamur Mikorisa Arbuskula terhadap Pertumbuhan Tanaman Selasih (Ocimum sanctum L.). http://www.docstoc.com/dosc/22716422/Pengaruh-Jamur-Mikoriza-Arbuskula-terhadap-Pertumbuhan-Tanaman-Selerasih. . [25/11/2011].

Burdas, 2002. Tinjauan Pustaka. http://resposltory.usu.ac.id/btlstream/ 123456789/17749/4/ChapterII.pdf [12/11/2011].

Blacksweetheart., 2008. http:/wordpress.com/Pengenalan-alat/Blacksweetranger’s /Blog.htm. [23/10/2011].

Cambell, A., Reece, J., B., dan Mitchell., L., G., 2003. Biologi jilid 2 (lux) edisi V. Terjemahan Manalu ., W. Jakarta. Erlangga.

Caray , 2008. Pembuatan Media Agar dan Sterilisasi. http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/08/pembuatan-media-agar-dan-sterilisasi.html. [4/11/2011].

Dewi, 2007. Peran Prospek dan Kendala dalam Pemanfaatan Endomikoriza. http://www.docstoc.com/docs/22716422/Peran-Prospek-dan-Kendala-dalam-Pemanfaatan-Endomikoriza. [24/11/2011].

Dwijoseputro, D., 1998. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djembatan. Jakarta.
Dwidjoseputro D. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi.Universitas Brawijaya. Surabaya.

Ferdiana, F., dan Ariwibowo, M., 2007. Praktis Belajar Biologi. Jakarta Timur.  Visindo Media Persada.

Gadjar, dan Sjamsuridzal, 2006. Mikrobiologi Dasar dan Terapan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Lay, B., 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium, http:/wordpress.com/Pengenalan- alat/Blacksweetranger’s /Blog.htm. [23/10/2011].

Fardiaz, Srikandi. 1992. Mikrobiologi Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Idafi, Mahfuz., 2011. Steilisasi dan Pembuatan Medium Mokrobia. http://www.scribd.com/doc/24542047/Sterilisasi-Dan-Pembuatan-Medium-Mikrobia-Dafi017. [30/10/2011].

Melu, B., 2011. Mirobiologi Pembuatan Media Jenis-Jenis Mikroba. http://n4zer.wordpress.com/mirobiologi-pembuatan-media-jenis-jenis-mikroba/. [4/11/2011].
Mulyani, Sri E.S., 2006. Anatomi tumbuhan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Murchoji dan Cahyana Y.A., 2010. Budi Daya Jamur Kuping. Penebar Swadaya. Jakarta.

Novriani, dan Madjid, 2009. Peran dan Prospek Mikoriza. http://dasar2ilmutanah.blogspot.com/2009/06/peran-dan-prospek-mikoriza-bagian3.html. . [25/11/2011].

Octora, F, Oktaviani. K, Muhammad ID, dan Hapsah, S., 2009. Persiapan Media dan Larutan Pengencer. http://www.docstoc.com/docs/21071395/laporan-Mikrobio (20/11/2011).

Parnata, A. S., 2010. Meningkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.

PelczarJr, M. J. Dan Chan, E.C.S., 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi.Universitas Indonesia (UI-Perss). Jakarta.

Rungkat, J.A., 2009. Peranan MVA dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Reproduksi Tanaman. http://www.scribd.com/doc/34225636/Peranan- MVA-dalam-Meningkatkan-Pertumbuhan-dan-Reproduksi-Tanaman. [24/11/2011].

Risti, dkk, 2010. Makalah Mikrobiologi dan Bioteknologi Pertanian II Endomikoriza (Fungi Mikoriza Arbuskula). Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran. Jatinangon.
                 http://www.scribd.com/doc/46120809/Endo-Mikoriza-FMA. [02/12/2011].
Sutanto, R., 2002. Penerapan pertanian organik. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.
Srikandi, F., 1993. Analisis Mikrobiologi Pangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sylvia, P,T., 2008. Mikrobiologi Farmasi. Erlangga. Jakarta.
Suriawiria, U., 1993. Pengantar untuk Mengenal dan Menanam Jamur. Angkas. Bandung.
Suhardiman, P., 1998. Budy Daya Jamur Shitake. Kanisius. Yogyakarta.
Sumarsih, Sri, 2010. Untung Besar  Usaha Bibit Jamur Tiram. Penebar Swadaya.  Jakarta.

Susanto, Rachman, 2002. Pertanian Organik. Kasinus. Yogyakarta.

Suwahyono, U., 2009. Biopestisida. Jakarta.
Tietjen, L., Bossemeyer, D., Mintosh N., 2004. Panduan Pencegahan Infeksi Pelayanan Kesehatan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Jakarta.

Wijaya, J., 2007. Biologi Interaktif. Azkas prees. Jakarta.

Widiastuti, 2011. Peranan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Dalam Perlindungan Tanaman. httpl:ditjenbun.deptan.go.id/bbp2tpsur/index.php?option=com contet&view=article&id=123:peranan-mikoriza-vesikular-arbuskular-mva-dalam-perlindungan-tanaman&catid=14:proteksi&Itemid=25. [25/11/2011].









No comments:

Post a Comment

SKRIPSI PERAN WANITA TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

  I. PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Gerakan wanita atau lebih dikenal sebagai gerakan gender sebagai gerakan politik sebenarnya...